MotoGP: Marquez Patahkan Dominasi Ducati di Hari Pertama Latihan Bebas

Alcaniz: Marc Marquez membuat kejutan pada hari pertama sesi latihan bebas Moto Aragon, Jumat 22 September 2018. Sempat tampil buruk di sesi latihan pertama, pembalap Repsol Honda ini sukses mengakhiri dominasi Ducati di hari pertama ini.

Marquez memulai hari pertama sesi latihan bebas dengan kurang baik. Pada sesi latihan pagi, ia hanya mampu menempati posisi enam. Ia tidak bisa menyaingi pembalap Ducati, Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci (Pramac Ducati) yang tampil sebagai pembalap tercepat pertama dan kedua di sesi pertama.

Hasil 10 Besar Free Practice I MotoGP Aragon:

Namun, Marquez membalas penampilan buruknya pada sesi latihan bebas kedua, sore harinya. Menghabiskan 19 putaran di lintasan Sirkuit Aragon, Marquez akhirnya sukses mengakhiri dominasi Ducati di hari pertama.

Marquez mencatatkan waktu terbaik 1 menit 47,382 detik. Catatan waktunya mengalahkan peraih catatan waktu tercepat di sesi pertama, Andrea Dovizioso dan rekan setimnya di Ducati, Jorge Lorenzo yang harus puas berada di posisi dua dan tiga.

“Tentu (terkejut),” jawab Marquez saat ditanya terkait perasaannya bisa mengalahkan pembalap-pembalap Ducati yang tampil kompetitif sepanjang hari pertama ini.

Hasil 10 Besar Free Practice II MotoGP Aragon:

“Yang terpenting dari hari ini adalah, sejak sesi pagi hingga sore, kami melakukan lompatan besar dari sisi set-up motor, piranti elektronik, dan saya merasa nyaman dengan motor,” lanjutnya.

Di sisi lain, pembalap legendaris yang bernaung di tim Yamaha, Valentino Rossi tampak masih kesulitan menemukan settingan terbaik dari YZR-M1 andalannya.

The Doctor menempati posisi tujuh pada sesi pertama, namun, harus turun ke posisi sembilan pada sesi kedua. Catatan waktu Rossi bahkan terpaut lebih dari satu detik dari Marquez di sesi kedua ini.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Mengenal Cabor Boccia di Asian Para Games 2018

(ACF)

Ducati Banjir Pujian

Misano: Ducati berhasil menyapu bersih tiga balapan terakhir dengan menempatkan pembalap mereka di podium utama. Pencapaian yang jarang terjadi dilakukan pabrikan asal Italia itu.

Selain datang dari Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, pujian juga datang dari Dani Pedrosa. Rekan setim Marquez itu mengakui keunggulan GP18 yang sangat menonjol.

“Memang benar bahwa Ducati, untuk beberapa alasan, memiliki keunggulan ekstra pada saat ini. Motor mereka super cepat, terutama ketika mereka melahap trek lurus, sangat terlihat jelas keunggulannya,” ujar Pedrosa.

Senada dengan Pedrosa, rider Yamaha Valentino Rossi, yang berada di posisi ketiga klasemen sementara ini mengakui, kalau Ducati telah melakukan pekerjaan dengan baik.

“Ducati telah melakukan pekerjaan hebat. Tepatnya sejak manajer umum Gigi Dall’Igna tiba. Mereka telah membuat langkah maju yang seharusnya bisa kami buat. Saya pikir motor mereka adalah titik referensi di lintasan,” terang The Doctor.

Ditanya setelah kemenangan MotoGP San Marino, pembalap Ducati, Andrea Dovizioso malu-malu dengan performa motornya saat ini. 

“Tidak ada yang benar-benar tahu. Mungkin ya, mungkin tidak. Sangat sulit untuk mengetahui hal ini, karena itu sebuah campuran dari pembalap dan motor. Yang pasti kami memperbaiki situasi, karena kami lebih cepat di trek di mana pada masa lalu kami tidak bisa melakukannya,” terang Dovi.

“Tapi bukan hanya dua pembalap Ducati,-saya dan Jorge saja yang di depan. Pabrikan Ducati lainnya juga memiliki motor yang bagus dan kadang-kadang bagi mereka, itu sangat sulit,” tutupnya.

Ducati sepanjang musim 2018 telah memenangkan enam juara seri. Dovizioso selain memenangkan MotoGP San Marino, ia juga juara di Qatar dan Rep Ceska. Sementara Jorge Lorenzo meraih gelar juara di Italia, Catalunya, dan Austria.

Data dan Fakta Asian Para Games 2018

(FIR)

Marquez Lega Ducati Terlambat Panas

Misano: Pembalap Repsol Honda Marc Marquez bersyukur atas performa Ducati yang terlambat panas. Upaya itu bisa menguntungkannya dalam perjalanan menuju gelar juara dunia musim ini.

Tim Ducati memenangkan tiga balapan MotoGP berturut-turut. Meski begitu, Marquez yang sudah unggul 67 poin dari Andrea Dovizioso, punya kepercayaan diri tinggi untuk bisa merengkuh gelar juara dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.

“Beruntung bagi kami, mereka menjadi sangat, sangat kuat di paruh kedua musim ini. Kami memiliki 67 poin keunggulan atas Dovizioso, kami perlu mengatur itu,” ujar Marquez.

“Jika mereka mendapat lima poin setiap balapan, tidak masalah, kami akan terus di depan,” tegasnya.

Marquez menganggap bahwa paket Honda RC213V-nya adalah yang terkuat di lintasan pada awal kompetisi. Tetapi ia juga percaya Ducati GP18 kini telah mampu menyusul.

“Sulit dimengerti, karena rumput tetangga selalu lebih baik dari rumput yang Anda miliki. Dan ini adalah sesuatu yang Anda tidak mengerti karena tak merasakanmengendarai motor ini,” katanya.

“Tapi apa yang saya lihat di trek, paruh pertama musim ini, empat atau lima balapan pertama saya memiliki motor terbaik. Sekarang motor terbaik sepertinya ada di Ducati. Tapi itu selalu kompromi antara pembalap, di antara tim,” tegas Marquez.

MotoGP Musim 2018 tinggal menyisakan enam balapan lagi. Balapan berikutnya akan berlangsung pada MotoGP Aragon, 23 September mendatang.

Data dan Fakta Asian Para Games 2018

(FIR)

Buntut Aksi Berbahaya Fenati, MV Agusta Batalkan Kontrak

Misano: Sudah jatuh tertimpa tangga. Peribahasa tepat untuk menggambarkan kondisi pembalap Moto2 Romano Fenati saat ini. Setelah didiskualifikasi dan diputus kontrak oleh timnya gara-gara aksi berbahayanya pada Moto2 San Marino, Fenati kini juga batal bergabung dengan tim barunya, MV Agusta.

Fenati melakukan aksi tidak terpuji saat melakoni balapan Moto2 San Marino, Minggu 9 September. Saat itu, pembalap asal Italia tersebut secara mengejutkan menarik tuas rem lawannya, Stefano Manzi.

Aksi itu pun diketahui oleh panitia balapan. Mereka pun memutuskan untuk mendiskualifikasi Fenati pada balapan tersebut dan mengganjarnya larangan balapan untuk dua seri. Tidak hanya itu. pembalap 22 tahun tersebut juga diputus kontrak oleh timnya, Marinelli Snipers pada Senin 10 September.

Baca: Moto2: Ini Alasan Fenati Lakukan Aksi Berbahaya yang Membuatnya Dipecat

Nasib Fenati pun semakin terasa apes lantaran kontraknya juga dibatalkan oleh MV Agusta yang merupakan tim barunya pada Moto2 musim 2019. Pembatalan kontraknya pun diumumkan langsung oleh pihak MV Augusta.

“Pelanggaran serius dilakukan Fenati terhadap Manzi pada Moto2 San Marino memiliki dampak untuk masa depan. Ia tidak hanya mendapatkan larangan dua balapan,” tulis pernyataan MV Agusta.

Baca: Moto2: Membahayakan Pembalap Lain, Fenati Dipecat

“MV Agusta tidak akan diperkuat Fenati pada 2019, tahun yang akan menjadi momen kembalinya tim dari pabrik Varese kembali ke level tertinggi di balap sepeda motor dan Kejuaraan Dunia Moto2. Kesepakatan antara MV Agusta dan Romano Fenati dibatalkan,” lanjut pernyataan mereka.

Fenati pun mendapat kecaman dari pihak MV Agusta. Salah satunya presiden tim, Giovanni Castiglioni.

“Selama bertahun-tahun, saya menonton olahraga ini, saya tidak pernah melihat tindakan berbahaya seperti ini. Seorang pembalap yang dapat bertindak seperti ini tidak akan menjadi bagian dari perusahaan kami. Karena alasan ini, kami tidak ingin ia menjadi pembalap MV Agusta,” tutur Castiglioni. (Crash)

Video: Peringatan Hari Olahraga Nasional Berlangsung Meriah di Solo

(ACF)

Rossi Angkat Bicara Soal Aksi Fenati, Mantan Anak Didiknya di Tim VR46

Misano: Aksi membahayakan pembalap lain yang dilakukan Romano Fenati pada MotoGP San Marino, akhir pekan kemarin terus menuai kecaman. Pembalap kawakan Valentino Rossi pun angkat bicara mengenai aksi yang membuat Fenati dipecat timnya.

Rossi merasa perlu angkat bicara terkait hal ini lantaran secara tidak langsung ia “berperan” dalam kiprah pembalap asal Italia berusia 22 tahun itu di pentas balap motor dunia.

Usut punya usut, Fenati ternyata pernah menjadi pembalap di tim Sky Racing Team VR46 yang dimiliki oleh Rossi. Fenati membalap untuk VR46 di ajang Moto3 pada musim 2014, namun kontraknya diputus pada pertengahan musim 2016.
 

Baca: Moto2: Membahayakan Pembalap Lain, Fenati Dipecat

Dalam sebuah wawancara, Rossi menyesalkan sikap Fenati yang dengan sengaja menarik tuas rem pembalap Italia lainnya, Stefano Manzi, saat keduanya tengah bersaing di lintasan. Rossi menilai, aksi yang dilakukan Fenati tidak bisa dibenarkan, apapun alasannya.

Seperti diketahui, Fenati mengatakan bahwa aksi yang dilakukannya itu merupakan aksi spontan atau balasan karena sebelumnya Manzi telah melakukan manuver berbahaya kepada dirinya.
  

“Sangat menyedihkan melihat apa yang terjadi (aksi berbahaya Fenati), karena itu sangat berbahaya. Untungnya tidak ada yang terluka akibat kejadian ini,” ujar Rossi.

Lebih jauh, Rossi tidak menjelaskan secara gamblang apa yang mendasari keputusan timnya memutuskan kontrak dengan Fenati pada pertengahan musim Moto3 tahun 2016. Namun, kuat dugaan Fenati dipecat dari tim Sky Racing VR46, juga karena sikapnya di lintasan. Ia diketahui juga pernah melakukan aksi tidak sportif, salah satunya menendang motor lawan pada sesi pemanasan saat tampil di ajang Moto3.

Tak hanya Rossi, sejumlah pembalap MotoGP juga ikut memberikan pandangannya terhadap aksi konyol Fenati. Pembalap KTM MotoGP Pol Espargaro menilai bahwa yang dilakukan Fenati tersebut tidak mencerminkan pembalap profesional.
 

“Itu sesuatu hal yang tidak boleh kita lihat lagi di balapan. Itu bukan balapan. Saya malu orang-orang melihat kejadian itu di televisi dan yang melakukannya adalah pembalap profesional,” ujar Espargaro.

“Anda boleh frustrasi di tengah balapan. Anda juga bisa marah. Tapi, bukan dengan cara seperti itu melampiaskannya. Itu hal yang tidak boleh dilakukan oleh siapapun,” lanjutnya.

Baca juga: Moto2: Ini Alasan Fenati Lakukan Aksi Berbahaya yang Membuatnya Dipecat

Berbeda dengan Espargaro, pembalap LCR Honda, Cal Crutchlow mengeluarkan komentar yang lebih keras lagi. Ia menilai, “Fenati seharusnya mendapat larangan balapan seumur hidup.”

Sejauh ini, pihak Dorna maupun FIM sebagai otoritas tertinggi di pentas balap motor dunia belum memberikan pernyataan atau keputusan resmi terkait aksi Fenati. Namun, pihak Marinelli Snipers sebagai tim yang menaungi Fenati di pentas Moto2 telah memutuskan kontraknya sehari setelah insiden tersebut.

Tidak hanya akan menganggur di sisa musim ini, Fenati juga sepertinya bakal absen pada balapan Moto2 musim depan. Musababnya, MV Agusta, tim yang diawal musim ini sempat mengontraknya sebagai pembalap untuk kompetisi Moto2 musim 2019, juga mengambil keputusan sama. Mereka menganulir kontrak dengan Fenati.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Setelah Raih Emas Asian Games, Eko Yuli Cari Tiket ke Tokyo

(ACF)

Moto2: Ini Alasan Fenati Lakukan Aksi Berbahaya yang Membuatnya Dipecat

Misano: Pembalap Moto2 Romano Fenati mengaku salah telah membahayakan pembalap lain pada ajang Moto2 Misano, Minggu 9 September 2018. Ia pun menerima segala konsekuensinya.

Fenati melakukan aksi konyol sekaligus berbahaya saat tengah bersaing dengan pembalap di Sirkuit Marco Simoncelli (Misano) akhir pekan kemarin. Ia tertangkap kamera menarik tuas rem pembalap Italia lainnya Stefano Manzi di tengah balapan. Beruntung, insiden tersebut tidak berakibat fatal karena Manzi masih mampu mengendalikan motornya.

Terkait aksi konyolnya tersebut, Fenati mengaku bahwa hal yang dilakukannya itu adalah reaksi spontan atau balasan karena sebelumnya Manzi dinilainya melakukan aksi yang menurutnya membahayakan dirinya.
 

Baca: Moto2: Membahayakan Pembalap Lain, Fenati Dipecat

“Sayangnya, saya memiliki karakter impulsif. Tetapi niat saya tentu saja tidak menyakiti pembalap lain. Saya hanya ingin membuatnya mengerti bahwa apa yang dilakukannya berbahaya dan saya juga bisa melakukan sesuatu yang mirip dengan apa yang dia lakukan kepada saya,” ujar Fenati dalam konferensi pers.

Meski demikian, Fenati mengakui sepenuhnya bahwa reaksi balasan yang dilakukannya itu sudah di luar batas. Ia pun meminta maaf dan menerima segala kritik yang dialamatkan kepadanya.

“Saya meminta maaf kepada dunia olahraga. Pagi ini, saya bangun dengan pikiran yang jernih dan berharap itu hanya mimpi buruk. Saya memikirkan kembali momen tersebut dan menyadari bahwa saya telah melakukan tidakan yang tidak pantas. Saya merasa bukan seperti seorang laki-laki,” kata Fenati penuh penyesalan.

“Seorang pria seharusnya menyelesaikan balapan dan kemudian melapor kepada pengawas balapan untuk mendapatkan keadilan atas insiden yang terjadi sebelumnya. Saya harusnya tidak bereaksi atas provokasi,” lanjutnya.
 

Nasi sudah menjadi bubur. Fenati kini harus membayar mahal aksi konyolnya tersebut. Jika sebelumnya ia hanya didiskualifikasi dari balapan dan mendapatkan skorsing untuk dua balapan ke depan, kali ini harus mengakhiri musim Moto2 2018 lebih cepat.

Tim Marinelli Snipers lewat sebuah pernyataan resmi telah mengambil keputusan untuk mengakhiri kontraknya atau dengan kata lain memecat Fenati. Pembalap 22 tahun ini pun dipastikan tidak bisa mengikuti enam balapan tersisa di Moto2 musim ini.

“Saya tidak ingin melakukan pembelaan. Saya tahu bahwa aksi saya tidak bisa dibenarkan. Saya hanya ingin meminta maaf kepada semua orang. Sekarang, saya memiliki waktu untuk merefleksikan diri dan menjernihkan kepala saya,” tandasnya.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Setelah Raih Emas Asian Games, Eko Yuli Cari Tiket ke Tokyo

(ACF)

Moto2: Membahayakan Pembalap Lain, Fenati Dipecat

Misano: Pembalap Moto2 Romano Fenati harus membayar mahal aksi konyol sekaligus berbahaya yang dilakukannya kepada sesama pembalap di ajang Moto2 Misano, Italia, akhir pekan kemarin. Pembalap asal Italia itu langsung dipecat oleh timnya, Marinelli Snipers.

Fenati dikecam banyak kalangan menyusul ulahnya dengan menarik tuas rem pembalap Italia lainnya Stefano Manzi, saat keduanya tengah bersaing di lintasan Sirkuit Marco Simoncelli (Misano).

Akibat aksi konyolnya itu, Fenati langsung mendapatkan bendera hitam atau didiskualifikasi dari balapan. Ia juga mendapat hukuman tambahan, berupa skorsing atau tidak boleh ikut pada dua balapan berikutnya.

Namun, kini Fenati dipastikan tidak bisa mengikuti sisa balapan Moto2 musim ini karena pihak Marinelli Snipers langsung mengambil tindakan tegas dengan memutus kontraknya sebelum kompetisi berakhir.

“Dengan sangat menyesal, kami menilai bahwa aksi tidak bertanggung jawab yang dilakukan Fenati tidak bisa ditolerir. Untuk itu, mulai saat ini, kami memutuskan untuk mengakhiri kontraknya karena tindakan tidak sportif, berbahaya dan bisa merusak citra olahraga ini,” demikian pernyataan resmi tim Marinelli Snipers di situs resmi MotoGP.

Lebih jauh, Marinelli Snipers akan segera mengumumkan pembalap yang akan menggantikan posisi Fenati pada enam balapan tersisa di Moto2.

Kiprah Fenati di pentas Moto2 musim ini sejatinya memang tidak terlalu bagus. Dari 12 seri yang sudah dilakoninya, pembalap 22 tahun tersebut baru mengoleksi 14 poin, hasil finis di posisi tujuh pada seri Prancis, dan finis ke-11 di Moto2 Austria.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga?

Video: Aksi berbahaya Fenati ke sesama pembalap di ajang Moto2

 

(ACF)

Klasemen Pembalap Usai MotoGP San Marino

Andrea Dovizioso (kiri) sukses menjadi juara MotoGP San Marino (Foto: AFP/Tiziana Fabi)

Jakarta: Balapan MotoGP San Marino pada Minggu 9 September telah rampung digelar. Andrea Dovizioso tampil sebagai pemenang pada balapan tersebut.

Dovizioso sukses mengalahkan Marc Marquez dan Cal Crutchlow. Ia finis di urutan pertama dengan catatan waktu 42 menit 5,426 detik.

Nasib apes didapat rekan setim Dovizioso di Ducati, Jorge Lorenzo. Sempat memimpin balapan, pembalap asal Spanyol tersebut harus puas finis di peringkat ke-17.

Baca: Lorenzo Terjatuh, Dovizioso Juara di MotoGP San Marino

Sementara itu, duo pembalap Movistar Yamaha juga tidak mampu berbicara banyak pada balapan kali ini. Maverick Vinales harus puas finis di peringkat keempat. Sedangkan, Valentino Rossi hanya finis di peringkat ketujuh.

Bagi Dovizioso, ini menjadi kemenangan ketiga yang didapatnya pada MotoGP 2018. Sebelumnya, ia sukses meraih kemenangan pada MotoGP Qatar dan MotoGP Republik Ceko.

Berkat kemenangan ini, Dovizioso naik ke posisi kedua klasemen sementara dengan mengoleksi 154 poin. Namun, ia masih terpaut 67 poin dari Marquez yang berada di puncak klasemen.

Berikut klasemen pembalap sementara usai MotoGP San Marino:

Video: Tiket Gratis untuk Difabel saat Asian Para Games 2018

(PAT)